Sirkus Lumba-lumba keliling Jawa & Bali Dinilai Kejam
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jakarta Sirkus lumba-lumba keliling Jawa dan Bali yang digelar sebuah perusahaan dinilai kejam. Utamanya ketika lumba-lumba diangkut dalam kendaraan. Lumba-lumba ditumpuk dan air sangat kering.
“Dan dalam pelatihan satwa tetap saja ada unsur penyiksaan,” kata Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya Hazrani dalam jumpa pers di Jl HOS Cokroaminoto, Wisma Aria, Jaakarta Pusat, Kamis (19/7/2012).
Karenanya, bersama change.org dan Coki Netral, JAAN mendukung digelarnya petisi agar perusahaan-perusahaan tidak mensponsori acara sirkus lumba-lumba itu.
“Kalau memang senang Lumba-lumba, berkunjung ke Pulau Seribu karena lebih indah. Di sana bisa lihat Lumba-lumba karena bisa langsung snorkling,” tutur Pramudya.
Lumba-lumba sirkus keliling yang disponsori sejumlah perusahaan besar itu, bahkan pernah dilaporkan pada 2008 menyebabkan lumba-lumba mati akibat perlakuan buru.
“Karenanya kita menggalang petisi agar sirkus dengan lumba-lumba bisa berhenti,” jelasnya.
(ndr/gah)


TARGET="_blank">

